Halo guys, pernah ngerasain lapar ketika kamu lagi asyik membaca? ingin merasakan nyamannya membaca tanpa terganggu oleh rasa lapar? Apakah kamu termasuk orang yang setuju apabila adanya fasilitas ruang baca di perpustakaan yang memperbolehkan kamu untuk sambil makan dan minum? Simak penjelasan berikut yaaa...
Menurut Basuki (1991:3), perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya di simpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk di jual. Berdasarkan dari definisi tersebut perpustakaan merupakan sumber informasi yang dapat dipercaya dalam kehidupan semua orang, tidak terlepas bagi mahasiswa. Akan tetapi, masih banyak pola pikir yang mengansumsikan bahwa perpustakaan adalah tempat yang di gunakan untuk membaca buku untuk orang – orang yang kutu buku.
Menurut Basuki (1991:3), perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasanya di simpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk di jual. Berdasarkan dari definisi tersebut perpustakaan merupakan sumber informasi yang dapat dipercaya dalam kehidupan semua orang, tidak terlepas bagi mahasiswa. Akan tetapi, masih banyak pola pikir yang mengansumsikan bahwa perpustakaan adalah tempat yang di gunakan untuk membaca buku untuk orang – orang yang kutu buku.
Pada kenyataannya
perpustakaan dapat menjadi tempat yang memiliki banyak kegunaan serta
mendapatkan keuntungan dari segi financial.
Hal ini lah yang membuat para pustakawan berusaha untuk merubah pola pikir
masyarakat bahwa perpustakaan adalah tujuan destinasi yang seharusnya diminati
bagi semua orang dan sangat menjanjikan dalam dunia bisnis. Supaya tujuan
tersebut tercapai pustakawan berlomba – lomba membuat inovasi agar menarik
minat pengunjung. Akan tetapi, semangat pustakawan itu dibatasi dengan adanya
paradigma bahwa perpustakaan bersifat anti komersial pada 3 layanan utama.
Pada hal ini, pustakawan berusaha
untuk menarik minat pengunjung dan juga berusaha mencari celah untuk
mendapatkan peluang keuntungan. Inovasi yang akan dilakukan ini berawal dari
pengalaman penulis yang sering kali merasa lapar saat sedang asik membaca,
seakan menjadi bimbang antara berhenti membaca lalu pergi mencari makan, atau
melanjutkan membaca sambil menahan lapar. Oleh sebab itu muncul lah ide yang
realistis, tidak muluk – muluk, dan dapat dikatakan hal yang kecil namun dapat
berdampak lebih terhadap pola pikir masyarakat pada perpustakaan . Tentunya
juga berorientasikan keuntungan. Inovasi yang dimaksud yaitu menyediakan ruang
baca dimana pemustaka dapat membaca buku sambil menikmati makanan. Inovasi
layanan tersebut adalah “Read & Eat Area”.
Read
& Eat Area merupakan sebuah fasilitas pelayanan perpustakaan yang di
berikan kepada pengunjung berupa tempat makan yang berada pada ruang koleksi
perpustakaan. Pelayanan ini merupakan ide yang cocok dalam hal memenuhi
kebutuhan pemustaka sebagai pengguna perpustakaan. Inovasi ini dianggap dapat
menjadi peluang bisnis, mengingat masyarakat Indonesia yang relatif konsumtif dengan
adanya inovasi ini juga dapat meningkatkan minat pengunjung untuk datang dan
berlama – lama di perpustakaan. Karena alasan orang – orang betah berlama –
lama di suatu tempat adalah karena tersedianya makanan dan minuman.
Layanan komersil seperti fasilitas
restoran memang sudah cukup banyak di berbagai perpustakaan. Namun, fasilitas
tersebut berada di luar ruang koleksi. Sehingga, pemustaka tetap harus keluar
ruang koleksi untuk mencari makan. Untuk itu inovasi ini dibuat agar pemustaka
dapat tetap membaca buku nya di ruangan tanpa harus menahan lapar di ruang yang
difasilitasi oleh pustakawan, yaitu di Read
& Eat Area.
A.
Jenis Layanan Yang Akan
Dikembangkan
1.
Layanan
Ruang Baca
2.
Layanan
Komersial
B.
Segmentasi
Segmentasi
dari layanan Read & Eat Area ini
adalah seluruh pemustaka yang sedang mengerjakan tugas ahir kuliah (Skripsi,
Tesis, Disertasi)
C.
Kategori Konsumen
Kategori konsumen dalam hal ini adalah
yaitu konsumen yang Know leadge.
Layanan Read & Eat Area ini
dikategorikan pada konsumen yang Knowleadge
dikarenakan segmentasi yang dibuat adalah mahasiswa tingkat ahir dan mereka
biasanya berlama – lama di perpustakaan, dengan begitu tentunya mereka akan
menggunakan fasilitas yang dapat menunjang kenyamanan pemustaka dalam membaca
buku untuk jangka waktu yang lama.
D.
Target
Target
dari dibuatnya layanan ini adalah pemustaka tingkat ahir yang membutuhkan
kenyamanan dalam membaca buku. Pemustaka tersebut dapat tetap asik membaca
tanpa terganggu akan rasa lapar, karena pemustaka tersebut dapat sambil
menikmati makanan sambil membaca. Layanan ini akan mulai diramaikan dari person to person yaitu dari kalangan
pemustaka tingkat ahir yang menyebar luaskan pelayanan ini kepada pemustaka
tingkat ahir lainnya sehingga lama kelamaan konsumen dari layanan ini pun akan
meluas ke seluruh segmentasi perpustakaan.
E.
Posisi
Perpustakaan
Universitas Negeri No.1 di Indonesia ini menempati posisi sebagai “Inovator”
karena perpustakaan ini menyediakan layanan ruang baca yang pemustakanya dapat
membaca buku dan menikmati makanan dalam tempat dan waktu yang bersamaan. Pustakawan di perpustakaan ini berusaha
membuat inovasi dan terus mengembangkannya agar dapat mencapai “Top Of Mind”. Oleh sebab itu,
dibutuhkannya strategi untuk dapat tercapainya tujuan dari adanya inovasi ini.
Strategi yang dapat dilakukan dalam inovasi ini yaitu:
1.
Mengembangkan
pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan serta keinginan pemustaka. Maksudnya
adalah pustakawan yang berperan sebagai inovator harus terlebih dahulu mencari
tahu apa yang disukai oleh pemustaka yang disesuaikan dengan rentang umur.
Misalnya, membuat menu yang sederhana namun diminati pemustaka pada umumnya
seperti snack kentang goreng, fries, burger, cake dan sebagainya, atau juga menyediakan berbagai macam kopi
dan minuman baik dingin maupun hangat yang telah dimodifikasi yang nantinya
akan menjadi menu di Food Corner yang
ada di Read & Eat Area.
2.
Karena
orientasi pada hal ini adalah mencari keuntungan, maka segala bentuk usaha yang
terlibat dalam layanan Read & Eat
Area ini dilakukan oleh pegawai perpustakaan. Contohnya, pegawai
perpustakaan dapat juga berperan sebagai juru masak di Food Corner. Hal ini dapat saja terjadi, karena menu yang disajikan
pun bukanlah makanan yang dapat dikatakan sulit untuk dimasak.
3.
Membuat
promosi berupa Stamp Card di Food Corner. Yaitu promosi yang dapat
dimanfaatkan kosumen setiap kali transaksi. Setiap pembelian minuman ke 11 akan
dihitung gratis. Jadi setiap pembelian minuman, pemustaka membawa stamp card tersebut dan akan dicap
stempel oleh petugas Food Corner,
maka apabila konsumen telah melakukan 10 kali transaksi pembelian minuman, maka
konsumen tersebut juga telah mendapatkan 10 stempel di Stamp Card individu miliknya, dengan begitu konsumen tersebut
berhak mendapatkan 1 gelas minuman secara gratis
1. Layanan Read & Eat Area
Layanan ini merupakan modifikasi dari
layanan ruang baca. Namun, pada layanan ini diperuntukkan bagi mereka yang
ingin membaca tetapi dapat tetap menikmati makanan. Layanan Read & Eat Area ini berada di dalam
ruang koleksi, namun terpisah dari layanan ruang baca lainnya. Maka apabila
bagi pemustaka yang ingin membaca dalam kesunyian dapat membaca di ruang baca
yang tidak diperbolehkan membawa makanan.
Read
& Eat Area bertujuan untuk memfasilitasi pemustaka yang bisa saja merasa
malas keluar ruang baca untuk membeli makan karena sedang asik atau fokus
membaca, oleh sebab itu inovasi layanan ini dibuat di dalam ruang koleksi.
Read
& Eat Area ini dibuat di dalam ruang koleksi namun tetap dibatasi
dengan sekat - sekat tembok namun tidak sepenuhnya tembok, dibagian atas tembok
dibuat kaca jendela agar memberi kesan luas dan juga agar menarik minat
pemustaka untuk mau mencoba layanan ini. Read
& Eat Area ini didesain seperti layaknya rumah kaca. Selain memberikan
kesan modern, desain seperti ini juga membuat pengunjungnya merasa tidak sumpek
dan betah berlama – lama di dalamnya.
Read
& Eat Area ini dilengkapi dengan Food
Corner yang dibuat secara “Centered”
atau berada di tengah ruangan sehingga memberikan kesan adil pada setiap posisi
tempat duduk dan meja baca, karena jarak setiap tempat duduk ke Food Corner untuk memesan makanan berjarak
sama.
Dalam hal ini, pustakawan membuat
layanan Read & Eat Area dengan
berorientasikan keuntungan. Oleh karena itu, layanan Read & Eat Area ini tidak memperbolehkan pemustaka untuk
membawa makanan dari luar ruang koleksi. Waktu pelaksanaan layanan ini
disesuaikan dengan waktu operasi jam buka layanan ruang koleksi.
2. Kelebihan Layanan Read & Eat Area
Kelebihan
a.
Adanya
peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan bagi pustakawan
b.
Dapat
memfasilitasi pemustaka yang “Books
Addict”
c.
Merubah
pola pikir masyarakat akan perpustakaan yang terkesan kaku
d.
Menjadi
tempat yang asyik untuk berkumpul
Gallery Read & Eat Area:
Click here to download pdf file.




